Nasihat

Rabu, 26 Maret 2008

Elemen - Elemen Penelitian

Di dalam dunia penelitian, hasil penelitian yang paling baik adalah hasil yang dapat memberikan nilai tambah bagi orang lain. Untuk menghasilkan penelitian dengan hasil yang paling baik, peneliti diharuskan memahami elemen - elemen yang digunakan untuk penelitian. Elemen yang pertama ialah tujuan penelitian dan perumusan masalah. Tujuan penelitian dan perumusan masalah harus singkat, jelas dan tidak ambigu sehingga dapat mengarahkan peneliti untuk mendesai penelitian dan memilih metodenya. Tujuan umum penelitian harus memuat pokok permasalahan dan memuat seluruh bahasan dan lingkup masalah. Tujuan umum dapat diperkecil menjadi tujuan khusus (objective). Masalah yang akan diteliti mencakup hal - hal yang ingin diketahui melalui proses penelitian dan hal - hal yang akan diteliti. Di tahap ini, kesulitan yang biasa dialami adalah menentukan topik penelitian.
Untuk mencapai tujuan penelitian, harus disusun perumusan masalah penelitian. Salah satu cara untuk melakukan perumusan masalah adalah berpikir secara kronologik dan bertahap mengenai objek - objek yang harus terjawab untuk mencapai tujuan. Manfaat perumusan masalah yang lain adalah memaksa peneliti untuk memikirkan cara melakukan pendekatan penelitian (termasuk metode penelitian), membantu para funder, pekerja penelitian dan objek penelitian dalam memahami materi dan apresiatif terhadap penelitian.
Setelah kedua elemen tersebut, desain dan rencana penelitian harus diperhatikan secara rinci dengan mempertimbangkan sumber daya penelitian yaitu dana, waktu dan keahlian. Jumlah dana menentukan desain penelitian, waktu dan bentuk penelitian secara menyeluruh. Waktu penelitian harus diperhatikan secara cermat, terutama pengurangan waktu karena libur, sakit rapat dan sebagainya sebagai misal. Peneliti juga harus senantiasa mengasah keahliannya, dan disarankan agar tidak mengambil topik penelitian di luar bidang keahliannya. Di dalam mendesain penelitian, efisiensi harus diutamakan untuk menghemat sumber daya, dan menjadikan penelitian lebih mudah dikelola sehingga dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai anggaran.
Seorang peneliti harus memilih metode penelitian yang paling sesuai untuk menjawab rumusan masalah yang akan diteliti dan yang paling penting adalah kesesuaian metode dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Apabila peneliti sudah terlatih, peneliti dapat mengkombinasikan metode - metode penelitian untuk mendapatkan gambaran data yang lebih luas dan mendalam. Beberapa pendekatan metode dalam mengumpulkan data antara lain melalui kuisioner, indepth interview (wawancara) dan Focus Group Discussion (FGD). Dalam memilih metode penelitian ada enam prinsip yang harus dipegang, antara lain konsep membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah, belajar dari pengalaman orang lain, kumpulkan data yang diperlukan, waspada dengan penyimpangan (dari konsep penelitian awal) yang muncul, manfaatkan keahlian yang dimiliki dan mempertimbangkan kehadiran variabel yang tidak dapat diukur.
Melibatkan tenaga dari luar (kontraktor) bisa dilakukan pada setiap bagian proses penelitian (jika dirasa perlu) kecuali pada tahap konsep awal penelitian, penentuan tujuan dan perumusan masalah penelitian. Sebagai konsekuensi, peneliti harus memilih kontraktor yang benar - benar ahli terhadap bidang yang akan diteliti.
Seorang peneliti perlu memutuskan alokasi waktu pengerjaan penelitian dalam bentuk jadwal. Pertama kali, peneliti harus merinci penelitian secara menyeluruh menjadi bagian - bagian kecil dan menentukan jumlah waktu yang diperlukan. Sebagai alternatif, Gantt chart (grafik yang menyatakan hubungan antara waktu dengan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam penelitian) bisa digunakan, kemudian kerjakanlah tugas yang ada secara bertahap sesuai dengan waktu yang telah ditentukan di jadwal. Hal yang utama dan harus diperhatikan dalam masalah waktu penelitian adalah tenggang waktu yaitu tanggal proyek penelitian tersebut harus dikerjakan.
Setelah menyusun elemen - elemen di atas, langkah terakhir bagi peneliti adalah melakukan perhitungan biaya yang diperlukan selama waktu peneltian dengan cermat dan seksama. Karena, akan lebih baik jika peneliti mempunyai kelebihan uang di akhir penelitian daripada kekurangan biaya saat penelitian sedang berlangsung.


Referensi :

Robandi, Imam. 2008. Becoming The Winner. Andi Publisher. Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar